Bangkalan CorongBerita.com- Himpunan Mahasiswa Bangkalan (HIMABA) merayakan Milad ke 15, di caffe Pos kopi Desa Telang Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan. Jumat 13 Maret 2026.
Perayaan itu di caffe Pos Kopi di Desa Telang Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan yang dikemas sederhana dengan acara buka bersama serta memberikan santunan kepada anak yatim.
Momentum perayaan terlihat romantis karena diadakan diskusi bersama guna untuk mempererat kebersamaan, sekaligus menegaskan kembali peran Organisasi Mahasiswa yang kritis.
Ketua pelaksana Junaidi menyampaikan, Milad ke-15 HIMABA ini bukan sekadar perayaan hari jadi organisasi, karena menjadi ruang konsolidasi bagi seluruh kader dan pengurus untuk memperkuat sinergi internal organisasi.
“Milad ini bukan hanya seremonial. Ini momentum untuk memperkuat sinergi kepengurusan dan mempererat kebersamaan antar kader HIMABA,” Jelas dia
Menurutnya keberadaan organisasi mahasiswa tentunya memiliki power jika hubungan antara kader saling menjaga kekompakan maka arah organisasi lebih terarah.
“Kalau internal kita kuat, maka langkah organisasi ke luar juga akan kuat. Karena itu forum seperti ini penting agar kader, pengurus, dan demisioner bisa kembali berkumpul dan saling mengenal,” terang dia.
Sementara itu, Ketua Umum HIMABA Muhammad Amin Ma’mun menyampaikan, usia organisasi HIMABA sudah dewasa tentunya HIMABA harus mampu memberikan ruang untuk menjalankan peran sosial dan intelektual kepada masyarakat..
“Lima belas tahun bukan waktu yang singkat. Ini fase kedewasaan organisasi. HIMABA harus semakin matang dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” kata dia.
Pada Milad tahun ini, HIMABA mengusung tagline “Muda Berkarya, Menjaga Asa, Membangun Bangkalan.” Baginya , tagline tersebut menjadi arah gerak organisasi dalam menjalankan perannya di daerah.
“Tagline ini bukan sekadar slogan. Ini adalah semangat bagi kader HIMABA untuk terus berkarya, menjaga harapan masyarakat, dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Bangkalan,” jelasnya.
Ma’mun menambahkan, keberadaan organisasi HIMABA harus menghidupkan peran mahasiswa yang kritis terhadap kebijakan pemerintah, selalu mendukung dan berpihak kepada masyarakat.
“Kami ingin hadir sebagai mitra kritis pemerintah daerah. Jika kebijakannya baik untuk masyarakat, tentu kami dukung. Tapi jika tidak berpihak pada rakyat, mahasiswa harus berani bersuara,” Tegas dia. (MOED)
