BANGKALAN, CorongBerita-Gerakan Pangan Murah yang digelar di depan Pendopo Agung Bangkalan menuai sorotan, berdasarkan pantauan, mayoritas pengunjung merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta keluarganya.
Selain itu sejumlah pegawai terlihat mengambil foto sebagai bukti kehadiran, pasalnya absensi ASN bisa dilakukan di lokasi kegiatan, hal itu terkesan absensi menjadi tuntutan bukan karena murahnya harga pokok.
Sekretaris Daerah Bangkalan, Ismet Efendi, mengaku ASN yang hadir pada kegiatan gerakan pangan murah yang digelar setiap hari jumat itu tetap diperbolehkan melakukan presensi di tempat kegiatan.
“Bagi ASN yang hadir, boleh absen di lokasi kegiatan pangan murah,itu bukan imbauan untuk absen di lokasi” ujarnya.
Hal itu menuai kritik dari Anggota Komisi II DPRD Bangkalan, Samsol Arif Marla. Ia menilai kebijakan itu beraroma untuk menciptakan keramaian dan sarat kepentingan pencitraan.
“Demi keramaian, Pemkab memainkan gimik-gimik politik biar kelihatan keren dan bagus,” tegas Samsol.
Menurut Samsol begini, jika kegiatan itu hanya ingin terlihat ramai maka pasar murah tidak memiliki nilai untuk meringankan kebutuhan pokok masyarakat.
Samsol menegaskan jika kegiatan itu ingin terlihat ramai maka lebih baik program tersebut dihentikan, karena lanjut dia, Pasar murah seharusnya memberi subsidi nyata agar warga benar-benar merasakan perbedaan harga.
Jika kegiatan hanya terlihat ramai, maka berpotensi merusak kepercayaan publik, Program pro-rakyat jangan sampai berubah menjadi panggung pencitraan.
“Programnya bagus, tapi caranya keliru. Itu yang bikin publik muak,”. Tegas dia (MOED)
